Rabu, 14 November 2012

GEJALA VULKANISME



Vulkanisme berasal dari kata Vulcaan yang berarti dewa api.
Sedangkan dalam bahasa Inggris Volcanism atau Vulkanisma adalah segala kegiatan magma dari dalam lapisan litosfer yang menyusup ke lapisan di atasnya sampai ke luar permukaan bumi melalui tekanan kerak bumi atau melalui pipa kepundan.

Gunung api adalah bukit atau gunung yang mempunyai lubang kepundan sebagai tempat keluarnya magma dan gas ke permukaan bumi.

Bentuk-bentuk Gunung Api
1. Berdasarkan bentuk lubang tempat letusannya
a) Erupsi sentral
Yaitu letusan gunung api yang melalui sebuah lubang kepundan sebagai pusat letusannya. Erupsi ini menghasilkan 6 bentuk gunung api, antara lain :
  1. Gunung api strato, yaitu gunung api yang timbunan lereng gunungnya berlapis-lapis.
  2. Gunung api maar, yaitu gunung api yang terbentuk karena erupsi eksplosif sehingga membentuk lubang kawah yang besar.
  3. Gunung api perisai, yaitu gunung api yang terbentuk karena lava yang melair tidak kental sehingga alasnya luas dan lerengnya landai.
  4. Gunung api kerucut piroklastik adalah kerucut gunung api yang tersusun atas material piroklastik (bahan-banhan lepas gunung api).
  5. Gunung api kaldera, yaitu suatu gunung api berbentuk kerucut terpancung dengan kawah yang sangat lebar (>2km) yang terbentuk akibat erupsi eksplosif yang sangat dahsyat.
  6. Kubah lava, yaitu tonjolan batuan lava berbentuk membundar dengan kemiringan lereng relatif sama ke segala arah.

b) Erupsi Linier
Yaitu letusan melalui celah-celah atau retakan-retakan.

c) Erupsi Areal
Yaitu letusan melalui lubang yang sangat luas.

2. Berdasarkan Siklus Kehidupannya
  1. Active Vulcano, yaitu gunung api yang masih sering mengalami erupsi.
  2. Dorman Vulcano, yaitu gunung api yang tidak ada kegiatannya lagi dalam waktu yang lama, tetapi sewaktu-waktu masih memungkinkan untuk meletus.
  3. Ezetint Vulcano, yaitu gunung api yang selamanya tidak akan bererupsi karena sudah mati.
  4. Destructive Vulcano, yaitu gunung api yang mengalami erosi dan sebagian terusakkan, bahkan hanya meninggalkan bekas-bekas seperti sumbat lava.

3. Berdasarkan Tipe Letusannya
  1. Tipe Hawaii
  2. Tipe Stromboli
  3. Tipe Plateau Basalt
  4. Tipe Pelean dan Vulcanian
  5. Tipe Celah
  6. Tipe Freatik
  7. Tipe gunung api dasar laut

4. Berdasarkan Cara Terbentuknya
  1. Karena pergerakan lempeng
  2. Karena gaya endogen

Magma adalah batuan cair pijar bertemperatur tinggi yang terjadi dari berbagai mineral dan mengandung gas yang larut di dalamnya.

Magma dibagi menjadi 3 berdasarkan perbedaan susunan mineralnya, yaitu :
  1. Magma Asam, yaitu magma yang banyak mengandung kuarsa (SiO2), berwarna lebih muda dan disebut juga riolotik serta menghasilkan batuan riolit (SiO2 ≥ 70%)
  2. Magma Andesitik, yaitu magma yang mengandung SiO2 60% dan menghasilkan batuan andesit. Disebut juga magma intermedier.
  3. Magma Basa (Basalt), yaitu magma yang mengandung sedikit kuarea, ± 50% berwarna tua dan menghasilkan batuan basalt.

Bagaimanakah Partrial Melting mempengaruhi komposisi magma?
  1. Suatu batuan yang terkena panas yang tinggi akan mencair, tetapi tidak semua mineral mencair pada temperatur dan waktu yang sama sehingga menimbulkan campuran batuan cair dan kristal yang padat yang disebut “partrial melt
  2. Partrial melting menyebabkan batuan induk dan batuan induk yang telah menjadi magma berbeda susunan kimia dan fisiknya tergantung pada mineral mana yang telah mencair.
  3. Ketika temperatur telah tinggi maka semua batuan akan mencair.
  4. Pendinginan dan kristalisasi mempengaruhi tekstur batuan beku. Batuan vulkanik biasanya seperti kaca atau berjaring-jaring halus karena mereka mendingin dengan cepat , sedangkan batuan plutinik mempunyai kristal yang lebar karena mendingin dengan lambat.
  5. Tiga tipe batuan vulkanik adalah basalt, andesit, dan ritolit.
  6. Di bawah setiap gunung berapi terdapat ruang dan saluran tempat magma mampu ke permukaan. Magma membeku di dalam tanah yang disebut batuan pluton.
  7. Tipe pokok batuan plutonik adalah batholit, lacolit, stok, pipa, sill, dan dyke.

Syarat-syarat terjadinya gejala vulkanisme adalah :
1) Terbentuknya dapur magma di lapis-lapis kulit bumi
2) Terjadi intrusi magma, yaitu aktivitas magma yang menerobos melalui celah, retakan atau patahan yang terbentuk di lapisan atas dapur magma tetapi tidak sampai tembus ke permukaan bumi.
Hasil bentukan intrusi magma :
  1. Batolit, yaitu batuan beku dalam yang membeku di dekat atau di dalam dapur magma.
  2. Lakolit, yaitu batuan beku dalam yang membeku di antara dua lapisan litosfer dan bentuk alasnya datar, bagian atasnya cembung.
  3. Sills, yaitu batuan beku dalam yang membeku di antara dua lapisan, bentuknya tipis, pipih, dan melebar.
  4. Dikes, yaitu batuan beku dalam yang memotong lapisan litosfer, bentuk miring/tegak dan pipih.
  5. Apofisa, yaitu batuan beku dalam yang terbentuk di cabang-cabang berukuran kecil.
  6. Batuan beku korok, batuan beku yang membeku di pipa kawah.

3) Ekstrusi Magma, yaitu aktivitas atau gerakan magma yang mencapai permukaan bumi. Ekstrusi dapat menyebabkan erupsi, sedangkan erupsi itu dibagi menjadi dua, antara lain :
  1. Erupsi eksplosif, yaitu letusan yang luar biasa dahsyatnya akibat tekanan gas yang sangat kuat.
  2. Erupsi epusif, yaitu letusan karena tekanan gas magmatiknya tidak seberapa kuat, sehingga magma kental keluar dari kepundan.

Ada 3 macam benda-benda vulkanik, yaitu :
1. Benda Cair
  1. Lava, yaitu magma yang berada di luar kawah.
  2. Lahar panas, yaitu lelehan lumpur panas (lava dan air)
  3. Lahar dingin, yaitu aliran lumpur karena terbawa air hujan.
2. Benda Padat
1) Berdasarkan ukurannya
  1. Bom vulkanik, ukuran diameternya >256 mm
  2. Kerikil vulkanik, kerikil yang keluar dari letusan gunung berapi
  3. Lapili, ukuran diameternya 2-64 mm
  4. Pasir vulkanik
  5. Abu vulkanik
  6. Skoria, material magnetik berwarna hitam, hingga merah, berongga, berkomposisi basa.
  7. Batu apung, batuan beronggadari buih magma.

2) Berdasarkan Bahan Asalnya
  1. Eflata alogen, eflata yang bahannya berasal dari batuan litosfer pada dinding diatrema yan terbawa keluar permukaan bumi pada saat erupsi
  2. Eflata atogen, eflata yang bahannya terjadi dari lava yang terlempar pada waktu letusan dan langsung membuka.

3) Benda Gas
  1. Gas asam arang ( CO2 )
  2. Gas belerang (H2S)
  3. Zat Lemas (N2)
  4. Uap air (H2O)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar